NAMA : Adetya Ilham
NPM: 10514212
KELAS : 1PA04
FAKULTAS: PSIKOLOGI
“Antara
kecerdasan dan kebudayaan : Evolusi”
KATA PENGANTAR
Segala puji dan
syukur hanya milik Allah SWT. Shalawat
serta salam selalu tercerahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan
rahmat-Nya,penulis mampu menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Ilmu budaya dasar.
Makalah ini dibuat dan disusun atas dasar
ketertarikan penulis terhadap perkembangan budaya, bukan hanya di negara
penulis,melainkan di seluruh dunia. Selain itu,makalah ini juga menggabungkan
elemen lain yang tentunya memiliki kaitan dengan budaya dan mungkin, untuk
beberapa orang,ini masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab,elemen itu
adalah “kecerdasan”.
Mengapa kecerdasan ? ,karena penulis
berpendapat bahwa, jika sebuah budaya diciptakan karena adanya
gagasan,pemikiran,dan pola fikir yang dihasilkan dari lingkungan tempat seorang
individu berada ,lalu diimplementasikannya menjadi sebuah “karya” baik itu
berupa seni,ritual,adat istiadat, dan lain lain, yang di dasari dari sebuah
kebiasaan hingga menjadi sesuatu yang penting atau melekat,maka, disitu juga
kecerdasan berperan penting dalam “Pembuatan sebuah budaya” tersebut. Bukan
hanya itu,penulis juga berpendapat bahwa,jika kecerdasan manusia dapat
mengalami “evolusi”,apakah budaya juga dapat mengalami “evolusi” ? apakah
“evolusi” ini mempengaruhi bentuk dari sebuah budaya ? dan apakah dengan
terjadinya “evolusi” yang terus menerus,budaya yang berada pada tahap “evolusi”
tertinggi akan lebih baik dari tahap yang rendah ?.
Budaya dan kecerdasan adalah hal yang sangat
luas,belum lagi jika di tambah dengan elemen lain yaitu “evolusi”. Oleh sebab
itu,penulis berusaha sebisa mungkin untuk menggali materi ini
sedalam-dalamnya,guna dapat memenuhi kepuasan pembaca dan dapat memecahkan
tanda tanya-tanda tanya dengan sudut pandang penulis.
Demi terwujudnya pembahasan yang lebih
baik,maka segala saran dan masukan,penulis sangat harapkan dan teriring ucapan
terima kasih.
Depok:12-12-2014
Penulis
(Adetya Ilham)
Apa itu budaya ?
budaya/kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah ,yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (Budi atau Akal).Budaya sendiri adalah suatu hal atau “karya” yang telah
diwariskan oleh masyarakat lampau,dari generasi ke generasi dan dapat berbentuk
sebagai ritual,adat istiadat ataupun kesenian.
Apa itu evolusi ? Evolusi adalah suatu proses perubahan
secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain
(yang biasanya) menjadi lebih kompleks/rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
Kedua
hal di atas adalah hal yang mungkin kita semua sudah tahu,yaitu adalah “evolusi
budaya”,dimana budaya berkembang dan berkembang sesuai denganp perkembangan
zaman yang ada di dalam suatu wilayah tertentu yang terjadi secara bertahap.
Namun jika difikir secara mendalam dan analitis,apa yang menyebabkan adanya
evolusi budaya tidak lepas dari perihal kecerdasan yang dimiliki umat manusia
dalam perkembangannya secara bertahap /beringkat yang tentunya juga berpengaruh
besar pada bentuk budaya tersebut.
Dewasa ini
kita tah bahwa ada banyak sekali macam budaya di dunia,entah itu di dunia
bagian barat,timur,selatan,utara dan lain lain,dan budaya budaya tersebut
memiliki banyak sekali bentuk dan warnanya masing masing yang tentunya unik.
Namun,mari kita perkecil ruang lingkupnya agar dapat mencari contoh relasi
antara evolusi budaya dan perkembangan kecerdasan. Mari kta ambil contoh negara
kita,yaitu negara Indonesia.Di indonesia sendiri,terdapat berbagai macam
budaya-budaya yang sangatlah unik,di setiap sudut negara ini,ada banyak sekali
budaya ,bahkan ada yang bilang “dimanapun kita melangkah di negeri
ini,disitulah budaya kita temukan”,dapat kita bayangkan betapa banyak budaya di
negeri kita indonesia ini.
Seperti yang
kita tahu bahwa indonesia memiliki sangat banyak budaya,baik itu berbentuk
ritual,kesenia,adat istiadat dan lain lain namun,menurut penulis,tidak semua
budaya berkembang sesuai jamanya atau mengalami evolusi budaya. Di daerah timur
indonesia,terdapat budaya yang menyuruh suatu keluarga memotong jari-jarinya
jika ada sanak keluarga yang meninggal,terdapat juga budaya yang dimana jika
kita ingin menikahi gadis perempuan dari suku tersebut,kita harus membawakan
kepala manusia untuk penanda jika kita sudah berani melakukan hal tersebut,maka
si keluarga dari gadis perempuan percaya bahwa kita sanggup menjaganya,di
daerah lain di indonesia terdapat suatu pulau yang dimana budaya nya adalah
untuk melakukan seks secara rutin setiap malamnya.
Budaya-budaya
tersebut sungguhlah sangat aneh bagi kita ,dan terkesan mengerikan ataupun
keluar dari batasan-batasan yang terdapat di dalam agama.Namun,jika kita
fikir-fikir lagi kenapa kita dapat berasumsi bahwa itu adalah budaya yang
terkesan mengerikan dan lain lain adalah karena kita berada di luar wilayah
daerah yang memiliki kebudayaan tersebut,dan penyebab lainya adalah karena kita
memiliki kebudayaan lain yang sudah tertanam dalam diri kita di wilayah kita
masing-masing. Namun,disini juga terdapat pertanyaan lain,yaitu ,apakah
kecerdasan yang mereka miliki tidak berpengaruh terhadap kebudayaan yang mereka
miliki ?.
Dapat kita
tahu bahwasanya,manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan ,dengan massa
otak 1,4 kilogram setelah mencapai usia 6 tahun dan memiliki banyak kemampuan
kemampuan yang luar biasa jikalau otak kita dikembangkan lagi dan lagi. Penulis
percaya,bahwasanya otak manusia juga dapat berevolusi setiap saatnya,tergantung
bagaimana individu beradaptasi dan menggunakan otaknya dimasa hidupnya. Otak
adalah organ bertahan hidup manusia dalam menjalankan evolusi,kita mengatasi
dunia dengan terus beradaptasi dengan perubahan liingkungan. Manusia memang
bukanlah makhluk yang terkuat,namun,otak kita dapat berkembang secara terus
menerus menjadi yang terhebat.
Evolusi pada
otak manusia adalah sebuah kompleksitas yang sangat hebat,atau dapat di analogikan seperti bermain puzzle dengan tingkat kesulitan yang
sangat amat tinggi,dikarenakan otak kita adalah puzzle itu sendiri.Otak kita
berkembang selama menyelesaikan masalah-masalah atau persoalan dan membangun
relasi dengan orang lain. Menurut majalah Discover,yang di kutip
dailymail.com,kathleen McAuliffe menulis bahwa selama 20.000 tahun
terakhir,rata rata volume otak manusia telah menurun dari 1500 sentimeter kubik
menjadi 1350 sentimeter kubik. Namun,kendati otak mengalami penurunan,bukan
berarti akan berdampak terhadap berkurangnya kecerdasan manusia.
Pasalnya,menurut Dr.John Hawks,seorang anthropologist dari University of
Wiconsin mengatakan “Tidak ada gubunganya antara otak dengan kapasitas
kecedasan”.
Para ilmuwan
di chicago menemukan bukti bahwa otak
manusia terus berevolusi .Dengan membandingkan manusia modern dengan nenek
moyang manusia yang berumur 37 ribu tahun, mereka menemukan perubahan besar
pada dua jenis gen yang mempengaruhi pertumbuhan otak. Menurut mereka,salah
satu varian gen yang muncul sejak 5800 tahun lalu terlihat pada 30 persen otak
yang dimilki manusia sekarang. Evolusi yang begitu cepat meunjukan bahwa
terdapat tekanan seleksi yang kuat. Varian-varian gen tersebut muncul di waktu
yang sama dengan zaman pencerahan atau saat munculnya kebudayaan.Varian
michrochepalin muncul bersamaan dengan berkembangnya seni dan musik,ritual
keagamaan,serta teknik teknik pembuatan alat-alat,sekitar 5 ribu tahun yang lalu. Gen tersebut muncul pada 70
persen otak manusia sekarang. Gen lainya yang disebut VarianASPM muncul pada
waktu berkembangnya pertanian,terbentuknya kota dan berkembangnya bahasa tulis.
Peneliti
Dr.Bruce Lahn, muncul pertanyaan baru, “Apakah evolusi genetik memang dapat
menyebabkan evolusi budaya manusia atau memang hanya sekedar perubahan ? “
.Kemungkinan besar,gen-gen tersebut memang memainkan peranan penting yang
menentukan ukuran otak tetapi,Dr.Lahn menekankan bahwa perubahan ukuran otak
ini bukab berarti meningkatkan kecerdasan. Ia menemukan ,penelitianya mampu
menunjukan bahwa karakteristik evolusi manusia terletak pada pertumbuhan ukuran
dan kompleksitas otak cenderung masi berlangsung. Menurut Lahn, jika species
manusia dapat bertahan hidup slama jutaan tahun,bahkan lbih,maka struktur
otaknya akan terlihat sangat berbeda dengan manusia sekarang.
Meski otak
manusia mengalami evolusi,namun bukan berarti mengurangi kecerdasan manusia.
Otak manusia mengalami perkembangan kecerdasan justru ketika dibenturkan dengan
permasalahan di lingkunganya. Kemampuan memahami persoalan dan membangun relasi
dengan orang lain menjadi aktivitas bertahan hidup utama,bahkan hingga hari
ini.
Sudah kita tahu bahwasanya otak manusia
mengalami evolusi atau perkembangan setiap saat dan ketika kita dibenturkan
oleh masalah atau membangun relasi dengan orang lain,lalu apa hubunganya
kesimpulan atau premis tadi dengan evolusi kebudayaan yang terjadi di dunia
setiap saatnya ?. Sungguhlah ada relasi atau kaitanya jika kita perhatikan
dengan baik baik,di awal halaman kita sudah tahu bahwa kebudayaan terjadi di
suatu wilayah tertentu,dengan masyarakat tertentu,yang berarti luas wilayah
berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang berada di wilayah tersebut.Jika
dalam wilayah tersebut tercipta suatu kebudayaan “A”,maka,teciptanya budaya
tersebut terjadi akibat suatu proses atau kejadian tertentu yang terjadi pada
masyarakat di dalam wilayah tersebut,yang akhirnya menyebar luas dan menjadi suatu
“karya” yang menjadi “khas”dari wilayah tersebut.Lalu , asumsikan jika budaya
“A” tersebut adalah suatu ritual yang melakukan hal yang aneh,dalam kasus
ini,anggaplah budaya tersebut adalah kanibalisme. Kanibalisme adalah kelainan
yang membuat seorang individu memangsa individu lain dengan species yang
sama,contohnya: manusia memakan manusia. Apa yang membuat masyarakat wilayah
tersebut membuat suatu budaya yaitu kanibalisme adalah salah satu anak tangga
untuk mengetahui bahwasanya kecerdasan berperan besar dalam pembuatan budaya
tersebut. Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah “kenapa dan
bagaimana”,kenapa bisa seperti itu ?,dan bagaimana mekanismenya ?.
Apa yang harus kita lakukan untuk mencari
tahu apa penyebabnya suatu masyarakat menciptakan suatu budaya itu adalah
dengan cara mengetahui kejadian sosial yang ada di masyrakat tersebut,struktur
masyarakatnya,dan pendidikan di masyarakat tersebut. Menurut penulis.ketiga hal
tersebut adalah hal yang sangat penting,karena,ketiga hal tersebut merupakan
hal hal pokok untuk mengetahui kecerdasan umum yang dimiliki oleh masyrakat di
dalam suatu wilayah tertentu.
Sekarang,mari kita bahas tentang apakah
dengan terjadinya “evolusi” yang terus menerus,budaya yang berada pada tahap
“evolusi” tertinggi akan lebih baik dari tahap yang rendah ?. Anggaplah kita
berada di masa yang sangat amat modern,anggaplah umat manusia sudah bisa
menyatu dengan kemajuan teknologi yang begitu tinggi sehingga keberadaan
teknologi sangat di akui oleh umat manusia bagaiman sanak keluarganya sendiri.
Dengan terjadinya suatu keadaan seperti itu,sudah jelaslah bahwanya ada suatu
budaya juga yang tecipta ,asumsikan budaya itu berkaitan erat dengan teknologi
yang ssangat berkembang di jaman itu,lalu,mari kita ambil sebuah sampel dengan
latar waktu yang berbeda yang terjadi jauh sebelum teknologi berkembang pesat
di zaman yang pertama penulis sebutkan. Dizaman kedua ini terdapat suatu budaya
yang mengharuskan masyarakatnya memiliki suatu ilmu kebatinan yang dapat
membuat seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lainya dengan jarak yang
lumayan jauh di waktu yang sama. Sekarang yang kita lakukan adalah
membandingkan antara budaya A dan budaya B, menurut pembaca,budaya mana yang
berada di nomor urut pertama ? .
Tentunya,untuk membuat jawaban dari hal
tersebut adalah hal yang sangat rumit,karena menurut penulis,perbedaan kurun
waktu dan wilayah sangat berpengaruh kepada jawaban dari hal tersebut. Tidak
dapat di pungkiri bahwasanya manusia menciptakan dan mengembangkan teknologi
untuk mempemudah kehiupan manusia ,namun,apa yang di lakukan zaman B adalah
tentunya untuk mempermudah kehidupan manusia di zamanya.
Kesimpulanya adalah,tidak satupun dari budaya
tersebut yang berada pada nomor urut pertama ,karena perbedaan rentang wilayah
yang sangat jauh dan juga rentang waktu yang sangat jauh.
Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi
dua, yaitu masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai
manusia mengenal tulisan) dan masa sejarah (masa manusia telah mengenal
tulisan). Data-data tentang masa prasejarah diambil dari sisa-sisa dan
bukti-bukti yang digali dan diinterpretasi. Masa sejarah bermuda ketika adanya
catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan. Penciptaan tulisan ini
merupakan satu penemuan revolusioner yang genios. Bermula dari penciptaan
properti dan lukisan objek, seperti kambing, lembu, wadah, ukuran barang, dan
sebagainya; diikuti dengan indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang
mengindikasikan transaksi, nama, dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya
simbol untuk fenomena harian, hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari,
seperti warna, bentuk, dan konsep.Peradaban
merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan
berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang
dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi
tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi.
Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari hasil budaya yang tinggi
dalam sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang terkait dengan ilmu
bangunan, tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap budaya. Contoh
lainnya, tentang peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan tingkat ilmu
pengetahuan dan teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi ciri budaya
setempat.
Namun, harus disadari bahwa sistem sosial
sendiri merupakan sistem yang tersusun atas banyak individu yang secara aktif
berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain, saling bertukar informasi
dan kemudian mentransmisikannya satu sama lain baik intra maupun
inter-generasi. Ia merupakan sistem yang terbuka, yang beradaptasi dengan
kondisi lingkungannya dan kemudian berubah secara dinamik dan beradaptasi
dengan perubahan lingkungan tersebut. Dalam persepektif hubungan mikro-makro,
budaya merupakan suatu keadaan makro yang membrojol dari interaksi
individu-individu di tingkatan mikro. Komunikasi antar individu dan pertukaran
informasi dan ide diantara mereka, muncul sebagai sebuah kepercayaaan, norma,
kebiasaan dan budaya secara umum. Jelasnya, budaya merupakan fenomena makro
yang membrojol akibat hubungan interaksi, komunikasi dan saling pengaruh
mempengaruhi diantara individunya.
Berbicara
evolusi budaya dan evolusi kecerdasan beserta relasi antara dua hal tersebut,kita
tidak hanya berbicara tentang dinamika dan penyebaran budaya dan elemen-elemen
budaya dari suatu masyarakat dari waktu ke waktu melainkan juga bagaimana
perubahan secara kualitas dari budaya tersebut selama proses perkembangannya
tersebut. Teori memetika tidak sekadar menginkorporasi teori Evolusi Darwin ke
dalam analisis perubahan budaya, melainkan suatu alat analisis yang berupaya
menganalisis proses tersebut dari sudut pandang Darwinian, yaitu evolusi
melalui mutasi random dan seleksi alam. Evolusi tidak hanya sebuah teori,
melainkan sebuah fenomena yang ada. Evolusi budaya merupakan evolusi yang
terjadi dan bisa kita amati hingga saat ini. Dinamika yang terjadi dalam
evolusi sosial dan budaya ini merupakan fenomena yang membrojol dari interaksi
yang kompleks di level mikronya, yaitu individu. Memetika yang merupakan alat
analisis yang mencoba mengkaji dinamika budaya dari sudut pandang evolusi Darwinian,
menjanjikan hasil analisis baru yang bisa memperkaya analisis sosial kita,
termasuk analisis evolusi dalam sistem ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA.
Goleman, D. (1996). Emotional
Intelligence. New York: Bantam Books.
Santrock. J. W. (2002).
Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup.(edisi kelima) Jakarta: Erlangga
Hurlock, E.B. (1997). Develovmental
Psycology A Life Span Approach. Fifth edition.