ETYUFT

ETYUFT
UTYYUE7

Minggu, 11 Januari 2015

Tugas ilmu budaya dasar

NAMA : Adetya Ilham
NPM: 10514212
KELAS : 1PA04
FAKULTAS: PSIKOLOGI

“Antara kecerdasan dan kebudayaan : Evolusi”







KATA  PENGANTAR
  Segala puji dan syukur hanya milik Allah SWT.  Shalawat serta salam selalu tercerahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya,penulis mampu menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu budaya dasar.
  Makalah ini dibuat dan disusun atas dasar ketertarikan penulis terhadap perkembangan budaya, bukan hanya di negara penulis,melainkan di seluruh dunia. Selain itu,makalah ini juga menggabungkan elemen lain yang tentunya memiliki kaitan dengan budaya dan mungkin, untuk beberapa orang,ini masih menjadi tanda tanya yang belum terjawab,elemen itu adalah “kecerdasan”.
  Mengapa kecerdasan ? ,karena penulis berpendapat bahwa, jika sebuah budaya diciptakan karena adanya gagasan,pemikiran,dan pola fikir yang dihasilkan dari lingkungan tempat seorang individu berada ,lalu diimplementasikannya menjadi sebuah “karya” baik itu berupa seni,ritual,adat istiadat, dan lain lain, yang di dasari dari sebuah kebiasaan hingga menjadi sesuatu yang penting atau melekat,maka, disitu juga kecerdasan berperan penting dalam “Pembuatan sebuah budaya” tersebut. Bukan hanya itu,penulis juga berpendapat bahwa,jika kecerdasan manusia dapat mengalami “evolusi”,apakah budaya juga dapat mengalami “evolusi” ? apakah “evolusi” ini mempengaruhi bentuk dari sebuah budaya ? dan apakah dengan terjadinya “evolusi” yang terus menerus,budaya yang berada pada tahap “evolusi” tertinggi akan lebih baik dari tahap yang rendah ?.
  Budaya dan kecerdasan adalah hal yang sangat luas,belum lagi jika di tambah dengan elemen lain yaitu “evolusi”. Oleh sebab itu,penulis berusaha sebisa mungkin untuk menggali materi ini sedalam-dalamnya,guna dapat memenuhi kepuasan pembaca dan dapat memecahkan tanda tanya-tanda tanya dengan sudut pandang penulis.
   Demi terwujudnya pembahasan yang lebih baik,maka segala saran dan masukan,penulis sangat harapkan dan teriring ucapan terima kasih.

                                                                                                                        Depok:12-12-2014                                                        
                                                                                                                                Penulis


                                                                                                                            (Adetya Ilham)


   Apa itu budaya ? budaya/kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah ,yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (Budi atau Akal).Budaya sendiri adalah suatu hal atau “karya” yang telah diwariskan oleh masyarakat lampau,dari generasi ke generasi dan dapat berbentuk sebagai ritual,adat istiadat ataupun kesenian.
  Apa itu evolusi   ? Evolusi adalah suatu proses perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/rumit ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik.
  Kedua hal di atas adalah hal yang mungkin kita semua sudah tahu,yaitu adalah “evolusi budaya”,dimana budaya berkembang dan berkembang sesuai denganp perkembangan zaman yang ada di dalam suatu wilayah tertentu yang terjadi secara bertahap. Namun jika difikir secara mendalam dan analitis,apa yang menyebabkan adanya evolusi budaya tidak lepas dari perihal kecerdasan yang dimiliki umat manusia dalam perkembangannya secara bertahap /beringkat yang tentunya juga berpengaruh besar pada bentuk budaya tersebut.
  Dewasa ini kita tah bahwa ada banyak sekali macam budaya di dunia,entah itu di dunia bagian barat,timur,selatan,utara dan lain lain,dan budaya budaya tersebut memiliki banyak sekali bentuk dan warnanya masing masing yang tentunya unik. Namun,mari kita perkecil ruang lingkupnya agar dapat mencari contoh relasi antara evolusi budaya dan perkembangan kecerdasan. Mari kta ambil contoh negara kita,yaitu negara Indonesia.Di indonesia sendiri,terdapat berbagai macam budaya-budaya yang sangatlah unik,di setiap sudut negara ini,ada banyak sekali budaya ,bahkan ada yang bilang “dimanapun kita melangkah di negeri ini,disitulah budaya kita temukan”,dapat kita bayangkan betapa banyak budaya di negeri kita indonesia ini.
  Seperti yang kita tahu bahwa indonesia memiliki sangat banyak budaya,baik itu berbentuk ritual,kesenia,adat istiadat dan lain lain namun,menurut penulis,tidak semua budaya berkembang sesuai jamanya atau mengalami evolusi budaya. Di daerah timur indonesia,terdapat budaya yang menyuruh suatu keluarga memotong jari-jarinya jika ada sanak keluarga yang meninggal,terdapat juga budaya yang dimana jika kita ingin menikahi gadis perempuan dari suku tersebut,kita harus membawakan kepala manusia untuk penanda jika kita sudah berani melakukan hal tersebut,maka si keluarga dari gadis perempuan percaya bahwa kita sanggup menjaganya,di daerah lain di indonesia terdapat suatu pulau yang dimana budaya nya adalah untuk melakukan seks secara rutin setiap malamnya.
   Budaya-budaya tersebut sungguhlah sangat aneh bagi kita ,dan terkesan mengerikan ataupun keluar dari batasan-batasan yang terdapat di dalam agama.Namun,jika kita fikir-fikir lagi kenapa kita dapat berasumsi bahwa itu adalah budaya yang terkesan mengerikan dan lain lain adalah karena kita berada di luar wilayah daerah yang memiliki kebudayaan tersebut,dan penyebab lainya adalah karena kita memiliki kebudayaan lain yang sudah tertanam dalam diri kita di wilayah kita masing-masing. Namun,disini juga terdapat pertanyaan lain,yaitu ,apakah kecerdasan yang mereka miliki tidak berpengaruh terhadap kebudayaan yang mereka miliki ?.
  

  Dapat kita tahu bahwasanya,manusia adalah makhluk yang memiliki kecerdasan ,dengan massa otak 1,4 kilogram setelah mencapai usia 6 tahun dan memiliki banyak kemampuan kemampuan yang luar biasa jikalau otak kita dikembangkan lagi dan lagi. Penulis percaya,bahwasanya otak manusia juga dapat berevolusi setiap saatnya,tergantung bagaimana individu beradaptasi dan menggunakan otaknya dimasa hidupnya. Otak adalah organ bertahan hidup manusia dalam menjalankan evolusi,kita mengatasi dunia dengan terus beradaptasi dengan perubahan liingkungan. Manusia memang bukanlah makhluk yang terkuat,namun,otak kita dapat berkembang secara terus menerus menjadi yang terhebat.
   Evolusi pada otak manusia adalah sebuah kompleksitas yang sangat hebat,atau dapat di analogikan seperti bermain puzzle dengan tingkat kesulitan yang sangat amat tinggi,dikarenakan otak kita adalah puzzle itu sendiri.Otak kita berkembang selama menyelesaikan masalah-masalah atau persoalan dan membangun relasi dengan orang lain. Menurut majalah Discover,yang di kutip dailymail.com,kathleen McAuliffe menulis bahwa selama 20.000 tahun terakhir,rata rata volume otak manusia telah menurun dari 1500 sentimeter kubik menjadi 1350 sentimeter kubik. Namun,kendati otak mengalami penurunan,bukan berarti akan berdampak terhadap berkurangnya kecerdasan manusia. Pasalnya,menurut Dr.John Hawks,seorang anthropologist dari University of Wiconsin mengatakan “Tidak ada gubunganya antara otak dengan kapasitas kecedasan”.
  Para ilmuwan di chicago menemukan  bukti bahwa otak manusia terus berevolusi .Dengan membandingkan manusia modern dengan nenek moyang manusia yang berumur 37 ribu tahun, mereka menemukan perubahan besar pada dua jenis gen yang mempengaruhi pertumbuhan otak. Menurut mereka,salah satu varian gen yang muncul sejak 5800 tahun lalu terlihat pada 30 persen otak yang dimilki manusia sekarang. Evolusi yang begitu cepat meunjukan bahwa terdapat tekanan seleksi yang kuat. Varian-varian gen tersebut muncul di waktu yang sama dengan zaman pencerahan atau saat munculnya kebudayaan.Varian michrochepalin muncul bersamaan dengan berkembangnya seni dan musik,ritual keagamaan,serta teknik teknik pembuatan alat-alat,sekitar 5 ribu  tahun yang lalu. Gen tersebut muncul pada 70 persen otak manusia sekarang. Gen lainya yang disebut VarianASPM muncul pada waktu berkembangnya pertanian,terbentuknya kota dan berkembangnya bahasa tulis.
  Peneliti Dr.Bruce Lahn, muncul pertanyaan baru, “Apakah evolusi genetik memang dapat menyebabkan evolusi budaya manusia atau memang hanya sekedar perubahan ? “ .Kemungkinan besar,gen-gen tersebut memang memainkan peranan penting yang menentukan ukuran otak tetapi,Dr.Lahn menekankan bahwa perubahan ukuran otak ini bukab berarti meningkatkan kecerdasan. Ia menemukan ,penelitianya mampu menunjukan bahwa karakteristik evolusi manusia terletak pada pertumbuhan ukuran dan kompleksitas otak cenderung masi berlangsung. Menurut Lahn, jika species manusia dapat bertahan hidup slama jutaan tahun,bahkan lbih,maka struktur otaknya akan terlihat sangat berbeda dengan manusia sekarang.
   Meski otak manusia mengalami evolusi,namun bukan berarti mengurangi kecerdasan manusia. Otak manusia mengalami perkembangan kecerdasan justru ketika dibenturkan dengan permasalahan di lingkunganya. Kemampuan memahami persoalan dan membangun relasi dengan orang lain menjadi aktivitas bertahan hidup utama,bahkan hingga hari ini.
      Sudah kita tahu bahwasanya otak manusia mengalami evolusi atau perkembangan setiap saat dan ketika kita dibenturkan oleh masalah atau membangun relasi dengan orang lain,lalu apa hubunganya kesimpulan atau premis tadi dengan evolusi kebudayaan yang terjadi di dunia setiap saatnya ?. Sungguhlah ada relasi atau kaitanya jika kita perhatikan dengan baik baik,di awal halaman kita sudah tahu bahwa kebudayaan terjadi di suatu wilayah tertentu,dengan masyarakat tertentu,yang berarti luas wilayah berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang berada di wilayah tersebut.Jika dalam wilayah tersebut tercipta suatu kebudayaan “A”,maka,teciptanya budaya tersebut terjadi akibat suatu proses atau kejadian tertentu yang terjadi pada masyarakat di dalam wilayah tersebut,yang akhirnya menyebar luas dan menjadi suatu “karya” yang menjadi “khas”dari wilayah tersebut.Lalu , asumsikan jika budaya “A” tersebut adalah suatu ritual yang melakukan hal yang aneh,dalam kasus ini,anggaplah budaya tersebut adalah kanibalisme. Kanibalisme adalah kelainan yang membuat seorang individu memangsa individu lain dengan species yang sama,contohnya: manusia memakan manusia. Apa yang membuat masyarakat wilayah tersebut membuat suatu budaya yaitu kanibalisme adalah salah satu anak tangga untuk mengetahui bahwasanya kecerdasan berperan besar dalam pembuatan budaya tersebut. Pertanyaan yang seharusnya muncul adalah “kenapa dan bagaimana”,kenapa bisa seperti itu ?,dan bagaimana mekanismenya ?.
     Apa yang harus kita lakukan untuk mencari tahu apa penyebabnya suatu masyarakat menciptakan suatu budaya itu adalah dengan cara mengetahui kejadian sosial yang ada di masyrakat tersebut,struktur masyarakatnya,dan pendidikan di masyarakat tersebut. Menurut penulis.ketiga hal tersebut adalah hal yang sangat penting,karena,ketiga hal tersebut merupakan hal hal pokok untuk mengetahui kecerdasan umum yang dimiliki oleh masyrakat di dalam suatu wilayah tertentu.
   Sekarang,mari kita bahas tentang apakah dengan terjadinya “evolusi” yang terus menerus,budaya yang berada pada tahap “evolusi” tertinggi akan lebih baik dari tahap yang rendah ?. Anggaplah kita berada di masa yang sangat amat modern,anggaplah umat manusia sudah bisa menyatu dengan kemajuan teknologi yang begitu tinggi sehingga keberadaan teknologi sangat di akui oleh umat manusia bagaiman sanak keluarganya sendiri. Dengan terjadinya suatu keadaan seperti itu,sudah jelaslah bahwanya ada suatu budaya juga yang tecipta ,asumsikan budaya itu berkaitan erat dengan teknologi yang ssangat berkembang di jaman itu,lalu,mari kita ambil sebuah sampel dengan latar waktu yang berbeda yang terjadi jauh sebelum teknologi berkembang pesat di zaman yang pertama penulis sebutkan. Dizaman kedua ini terdapat suatu budaya yang mengharuskan masyarakatnya memiliki suatu ilmu kebatinan yang dapat membuat seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lainya dengan jarak yang lumayan jauh di waktu yang sama. Sekarang yang kita lakukan adalah membandingkan antara budaya A dan budaya B, menurut pembaca,budaya mana yang berada di nomor urut pertama ? . 
    Tentunya,untuk membuat jawaban dari hal tersebut adalah hal yang sangat rumit,karena menurut penulis,perbedaan kurun waktu dan wilayah sangat berpengaruh kepada jawaban dari hal tersebut. Tidak dapat di pungkiri bahwasanya manusia menciptakan dan mengembangkan teknologi untuk mempemudah kehiupan manusia ,namun,apa yang di lakukan zaman B adalah tentunya untuk mempermudah kehidupan manusia di zamanya.
   
  Kesimpulanya adalah,tidak satupun dari budaya tersebut yang berada pada nomor urut pertama ,karena perbedaan rentang wilayah yang sangat jauh dan juga rentang waktu yang sangat jauh.
   Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah (masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan masa sejarah (masa manusia telah mengenal tulisan). Data-data tentang masa prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan diinterpretasi. Masa sejarah bermuda ketika adanya catatan tertulis untuk dijadikan bahan rujukan. Penciptaan tulisan ini merupakan satu penemuan revolusioner yang genios. Bermula dari penciptaan properti dan lukisan objek, seperti kambing, lembu, wadah, ukuran barang, dan sebagainya; diikuti dengan indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang mengindikasikan transaksi, nama, dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya simbol untuk fenomena harian, hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari, seperti warna, bentuk, dan konsep.Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan spiritualitas yang tinggi. Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari hasil budaya yang tinggi dalam sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang terkait dengan ilmu bangunan, tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap budaya. Contoh lainnya, tentang peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi ciri budaya setempat.
   Namun, harus disadari bahwa sistem sosial sendiri merupakan sistem yang tersusun atas banyak individu yang secara aktif berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain, saling bertukar informasi dan kemudian mentransmisikannya satu sama lain baik intra maupun inter-generasi. Ia merupakan sistem yang terbuka, yang beradaptasi dengan kondisi lingkungannya dan kemudian berubah secara dinamik dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan tersebut. Dalam persepektif hubungan mikro-makro, budaya merupakan suatu keadaan makro yang membrojol dari interaksi individu-individu di tingkatan mikro. Komunikasi antar individu dan pertukaran informasi dan ide diantara mereka, muncul sebagai sebuah kepercayaaan, norma, kebiasaan dan budaya secara umum. Jelasnya, budaya merupakan fenomena makro yang membrojol akibat hubungan interaksi, komunikasi dan saling pengaruh mempengaruhi diantara individunya.
    Berbicara evolusi budaya dan evolusi kecerdasan beserta relasi antara dua hal tersebut,kita tidak hanya berbicara tentang dinamika dan penyebaran budaya dan elemen-elemen budaya dari suatu masyarakat dari waktu ke waktu melainkan juga bagaimana perubahan secara kualitas dari budaya tersebut selama proses perkembangannya tersebut. Teori memetika tidak sekadar menginkorporasi teori Evolusi Darwin ke dalam analisis perubahan budaya, melainkan suatu alat analisis yang berupaya menganalisis proses tersebut dari sudut pandang Darwinian, yaitu evolusi melalui mutasi random dan seleksi alam. Evolusi tidak hanya sebuah teori, melainkan sebuah fenomena yang ada. Evolusi budaya merupakan evolusi yang terjadi dan bisa kita amati hingga saat ini. Dinamika yang terjadi dalam evolusi sosial dan budaya ini merupakan fenomena yang membrojol dari interaksi yang kompleks di level mikronya, yaitu individu. Memetika yang merupakan alat analisis yang mencoba mengkaji dinamika budaya dari sudut pandang evolusi Darwinian, menjanjikan hasil analisis baru yang bisa memperkaya analisis sosial kita, termasuk analisis evolusi dalam sistem ekonomi.
DAFTAR PUSTAKA.

Goleman, D. (1996). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books.
Santrock. J. W. (2002). Life-Span Development: Perkembangan Masa Hidup.(edisi kelima) Jakarta: Erlangga
Hurlock, E.B. (1997). Develovmental Psycology A Life Span Approach. Fifth edition.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar