PENDAHULUAN
Pentingnya
dari pembahasan masalah kesehatan mental adalah karena dalam kenyataan saat ini
prevalensi dari kelainan kesehatan mental di dunia sudah mencapai 25%, dan
40%-nya merupakan kesalahan dari diagnosis dan akhirnya menyebabkan pengeluaran
uang untuk berbagai keperluan yang kurang esensial dan tepat guna. Dimana
mayoritas dari penderita ini merupakan orang dewasa dan dating dengan keluhan
fisik dimana tidak ada riwayat kelainan mental sebelumnya. Sebagai contoh ada
pasien berumur 45 tahun yang berobat ke dokter mengeluhkan sakit perut, flu,
pegal, dan merasa diteror oleh pihak-pihak tertentu, kemudian karena dokternya
lebih menitikberatkan pada flu dan pegalnya sehingga didiagnosis sebagai
Rheumatoid Arthtritis, kemudian si pasien harus mengeluarkan biaya untuk
berbagai tes diagnosis dan pengobatan selama bertahun-tahun dan tidak
sembuh-sembuh. Setelah si pasien mencoba berkonsultasi ke ahli jiwa didapatkan
diagnosis bahwa si pasien mengalami kelainan jiwa. Dari contoh diataslah didapatkan
betapa pentingnya masalah kesehatan mental di masyarakat sebagai pendukung
terwujudnya sistem kesehatan yang baik.
Kondisi kesehatan yang saat ini sedang terjadi
di dunia adalah transformasi dan perubahan dari banyaknya keluhan penyakit
infeksi menjadi non-infeksi ataupun kelainan mental yang disertai oleh penyakit
lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti gaya hidup, perilaku
masyarakat, dan kandungan nilai pola hidup itu sendiri. Sebagai gambaran,
kehidupan saat ini didominasi oleh karir yang menjadi prioritas dalam hidup
dimana jika pola hidup dalam masyarakat dititikberatkan pada karir maka
lama-kelamaan akan timbul suatu masa jenuh dan akhirnya mengarah ke stress yang
dapat mengganggu kesehatan mental seseorang.
Di Indonesia sendiri prevalensi dari suatu
populasi yang memiliki gangguan dalam kesehatan mental mencapai 185/1000, dimana
idealnya jika prevalensi dari suatu populasi melebihi 100/1000 maka populasi
tersebut dapat diklasifikasikan sebagai populasi yang patut mendapat perhatian
penuh untuk masalah kesehatan mentalnya. Menurut data poin prevalensi yang
tersebar di berbagai propinsi di Indonesia seperti di Nanggroe Aceh Darussalam
dan di Pulau Jawa menggambarkan besarnya masalah kesehatan yang terjadi saat
ini. Namun jika ditinjau dari aspek kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup
masyarakatnya, Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan 10 tahun yang lalu
dimana hal ini menandakan Pemerintah sudah mulai melakukan dan menjalankan
usaha-usaha preventif dan penanganan terkait hal diatas.
APA ITU KESEHATAN MENTAL ?
“Kesehatan
mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang,
aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan
antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri
sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
Sedikit
disinggung diatas pengertian tentang psikologi klinis identik dengan perilaku abnormal
dan normal dalam psikologi. Apa sebenarnya abnormal atau normal
itu sendiri?
Terdapat beberapa keadaan mental yang secara khusus perlu mendapatkan
perhatian yaitu sehat mental, mental tak sehat, dan sakit mental. Sehat mental
secara umum dapat diartikan sebagai kondisi mental yang tumbuh dan didasari
motivasi yang kuat ingin meraih kualitas diri yang lebih baik dalam kehidupan
keluarga atau kehidupan kerja. Mental tak sehat ialah orang yang meskipun
secara potensial memiliki kemampuan, tetapi tidak punya keinginan usaha untuk
mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal. Sedangkan orang sakit mental
adalah orang yang secara mental memiliki berbagai macam unsur yang saling
bertentangan dan dengan demikian sering merusak atau menghambat, sehingga
perilakunya tidak menentu.
Istilah yang berhubungan atau mengartikan gangguan kejiwaan serta
gangguan mental dan berhubungan dengan pengunaannya yang luas. Beberapa istilah
– istilah yang mengartikan suatu konsep dasar yang sama, mungkin terdapat
beberapa penekanan yang berbeda. Namun, perbedaaan itu tidak melahirkan
perbedaan pemahaman yang cukup signifikan yaitu seperti: Perilaku abnormal, Perilaku
maladaptif, gangguan mental, gangguan emosional psikopatolog, sakit mental,
gangguan mental, dll. Dengan gangguan – gangguan tersebut sering masyarakat
salah mengartikan sehingga menjadi salah paham di kalangan masyarakat luas.
TEORI
A. Kepribadian Sehat Humanistik
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.
Kronologi Kasus
Akhirnya
teka-teki kasus Marshanda yang belakangan mengundang kontroversi terjawab
sudah.Ternyata, Marshanda mengaku dirinya mengidap penyakit bipolar disorder
II.Pengakuan itu, disampaikan Chacha, saat tampil dalam sebuah bincang-bincang
di acara talkshow di salah satu televisi swasta.Malam itu, dalam wawancara tersebut,
Chacha terlihat sangat segar. Ia pun mengaku dirinya merasa lebih baik saat
ini. Setelah berbincang-bincang, banyak fakta baru yang selama ini menjadi
pertanyaan masyarakat.
Saat melakukan
wawancara, Marshanda mengatakan dirinya mengidap penyakit Bipolar Disorder II."Menurut
dr Richard yang selama ini menangani aku memang aku mengidap Bipolar Disorder
II," ucapnya.Mendengar penyakit yang diidapnya, Chacha mengaku kaget.
Padahal saat itu, dirinya belum mengetahui apa sebenarnya arti dari penyakit
yang diidapnya."Aku belum tahu ya saat itu Bipolar itu apa. Tapi yang
jelas saat itu aku sangat kaget sekali dan hanya bisa diam saat itu,"
Bipolar Disorder IIdiketahuinya saat 2009 lalu. Setelah menjalankan dua kali
pemeriksaan oleh dr Richard, Chacha langsung dinyatakan memiliki penyakit
tersebut dan menjalani opname.
Sementara itu,
Chacha juga kembali mengunggah video youtube terkait penjemputan paksa dirinya
ke RS yang diduga oleh sang mama.Dalam video berjudul the unspoken part2
itu, Chacha mengatakan siang hari sebelum penjemputan dirinya sempat
dihalang-halangi keluar dari apartemennya oleh pihak kepolisian.Dia mengatakan
saat itu dia berniat keluar dari apartemen dengan mobil Aphardnya.Namun, saat
hendak keluar dari basement, muncul seorang pria yang mengaku dari pihak
kepolisian Tebet yang menghalanginya keluar.“Saat mau keuar dari basement ada
bapak-bapak ngetok kaca mobil dan bilang siapa yang ngizinin mobil ini keluar
dari sini? “ ujar Chacha.
Kemudian,
katanya, Chacha sempat turun dan menanyakan alasan pria tersebut
menghalanginya.Dijelaskannya, jika pihak kepolisian mendapatkan laporan dari
masyarakat bernama Yanto, yang menurut Chacha adalah kakak dari mamanya.Laporan
tersebut, terkait penyelidikan lokasi mobil Alphard Chacha.Dengan alasan
tersebut, katanya, kepolisian menghalangi niat kepergian Chacha tersebut
DAFTAR PUSTAKA
Slamet, Suprapti. Markam,
Sumarmo.2008.Psikologi Klinis.Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
Ardani Ardi Tristiadi, M. Si. Psi. 2011.
“Psikologi Abnormal”. Bandung: Lubuk Agung
Kartono, Kartini, DR, Psikologi Abnormal dan
Abnormalitas Seksual. Bandung: Penerbit Mandar Maju. 1989.
Aditama 3. Jeffrey S. Nevid, dkk, 2005,
Psikologi Abnormal, Edisi Kelima, Jilid I, Jakarta : Airlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar