ETYUFT

ETYUFT
UTYYUE7

Rabu, 23 Maret 2016

Tugas kesehatan mental .

PENDAHULUAN
  Pentingnya dari pembahasan masalah kesehatan mental adalah karena dalam kenyataan saat ini prevalensi dari kelainan kesehatan mental di dunia sudah mencapai 25%, dan 40%-nya merupakan kesalahan dari diagnosis dan akhirnya menyebabkan pengeluaran uang untuk berbagai keperluan yang kurang esensial dan tepat guna. Dimana mayoritas dari penderita ini merupakan orang dewasa dan dating dengan keluhan fisik dimana tidak ada riwayat kelainan mental sebelumnya. Sebagai contoh ada pasien berumur 45 tahun yang berobat ke dokter mengeluhkan sakit perut, flu, pegal, dan merasa diteror oleh pihak-pihak tertentu, kemudian karena dokternya lebih menitikberatkan pada flu dan pegalnya sehingga didiagnosis sebagai Rheumatoid Arthtritis, kemudian si pasien harus mengeluarkan biaya untuk berbagai tes diagnosis dan pengobatan selama bertahun-tahun dan tidak sembuh-sembuh. Setelah si pasien mencoba berkonsultasi ke ahli jiwa didapatkan diagnosis bahwa si pasien mengalami kelainan jiwa. Dari contoh diataslah didapatkan betapa pentingnya masalah kesehatan mental di masyarakat sebagai pendukung terwujudnya sistem kesehatan yang baik.
   Kondisi kesehatan yang saat ini sedang terjadi di dunia adalah transformasi dan perubahan dari banyaknya keluhan penyakit infeksi menjadi non-infeksi ataupun kelainan mental yang disertai oleh penyakit lainnya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal seperti gaya hidup, perilaku masyarakat, dan kandungan nilai pola hidup itu sendiri. Sebagai gambaran, kehidupan saat ini didominasi oleh karir yang menjadi prioritas dalam hidup dimana jika pola hidup dalam masyarakat dititikberatkan pada karir maka lama-kelamaan akan timbul suatu masa jenuh dan akhirnya mengarah ke stress yang dapat mengganggu kesehatan mental seseorang.
Di Indonesia sendiri prevalensi dari suatu populasi yang memiliki gangguan dalam kesehatan mental mencapai 185/1000, dimana idealnya jika prevalensi dari suatu populasi melebihi 100/1000 maka populasi tersebut dapat diklasifikasikan sebagai populasi yang patut mendapat perhatian penuh untuk masalah kesehatan mentalnya. Menurut data poin prevalensi yang tersebar di berbagai propinsi di Indonesia seperti di Nanggroe Aceh Darussalam dan di Pulau Jawa menggambarkan besarnya masalah kesehatan yang terjadi saat ini. Namun jika ditinjau dari aspek kesejahteraan masyarakat dan kualitas hidup masyarakatnya, Indonesia mengalami peningkatan dibandingkan 10 tahun yang lalu dimana hal ini menandakan Pemerintah sudah mulai melakukan dan menjalankan usaha-usaha preventif dan penanganan terkait hal diatas.
APA ITU KESEHATAN MENTAL ?
 “Kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyesuaian diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan)”.
Sedangkan menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.
  Sedikit disinggung diatas pengertian tentang psikologi klinis identik dengan perilaku abnormal dan normal dalam psikologi. Apa sebenarnya abnormal atau normal itu sendiri?
  Terdapat beberapa keadaan mental yang secara khusus perlu mendapatkan perhatian yaitu sehat mental, mental tak sehat, dan sakit mental. Sehat mental secara umum dapat diartikan sebagai kondisi mental yang tumbuh dan didasari motivasi yang kuat ingin meraih kualitas diri yang lebih baik dalam kehidupan keluarga atau kehidupan kerja. Mental tak sehat ialah orang yang meskipun secara potensial memiliki kemampuan, tetapi tidak punya keinginan usaha untuk mengaktualisasikan potensinya itu secara optimal. Sedangkan orang sakit mental adalah orang yang secara mental memiliki berbagai macam unsur yang saling bertentangan dan dengan demikian sering merusak atau menghambat, sehingga perilakunya tidak menentu.
  Istilah yang berhubungan atau mengartikan gangguan kejiwaan serta gangguan mental dan berhubungan dengan pengunaannya yang luas. Beberapa istilah – istilah yang mengartikan suatu konsep dasar yang sama, mungkin terdapat beberapa penekanan yang berbeda. Namun, perbedaaan itu tidak melahirkan perbedaan pemahaman yang cukup signifikan yaitu seperti: Perilaku abnormalPerilaku maladaptif, gangguan mental, gangguan emosional psikopatolog, sakit mental, gangguan mental, dll. Dengan gangguan – gangguan tersebut sering masyarakat salah mengartikan sehingga menjadi salah paham di kalangan masyarakat luas.
TEORI
A. Kepribadian Sehat Humanistik
Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.
Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.
Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.


Kronologi Kasus
Akhirnya teka-teki kasus Marshanda yang belakangan mengundang kontroversi terjawab sudah.Ternyata, Marshanda mengaku dirinya mengidap penyakit bipolar disorder II.Pengakuan itu, disampaikan Chacha, saat tampil dalam sebuah bincang-bincang di acara talkshow di salah satu televisi swasta.Malam itu, dalam wawancara tersebut, Chacha terlihat sangat segar. Ia pun mengaku dirinya merasa lebih baik saat ini. Setelah berbincang-bincang, banyak fakta baru yang selama ini menjadi pertanyaan masyarakat.
Saat melakukan wawancara, Marshanda mengatakan dirinya mengidap penyakit Bipolar Disorder II."Menurut dr Richard yang selama ini menangani aku memang aku mengidap Bipolar Disorder II," ucapnya.Mendengar penyakit yang diidapnya, Chacha mengaku kaget. Padahal saat itu, dirinya belum mengetahui apa sebenarnya arti dari penyakit yang diidapnya."Aku belum tahu ya saat itu Bipolar itu apa. Tapi yang jelas saat itu aku sangat kaget sekali dan hanya bisa diam saat itu," Bipolar Disorder IIdiketahuinya saat 2009 lalu. Setelah menjalankan dua kali pemeriksaan oleh dr Richard, Chacha langsung dinyatakan memiliki penyakit tersebut dan menjalani opname.
Sementara itu, Chacha juga kembali mengunggah video youtube terkait penjemputan paksa dirinya ke RS yang diduga oleh sang mama.Dalam video berjudul the unspoken part2  itu, Chacha mengatakan siang hari sebelum penjemputan dirinya sempat dihalang-halangi keluar dari apartemennya oleh pihak kepolisian.Dia mengatakan saat itu dia berniat keluar dari apartemen dengan mobil Aphardnya.Namun, saat hendak keluar dari basement, muncul seorang pria yang mengaku dari pihak kepolisian Tebet yang menghalanginya keluar.“Saat mau keuar dari basement ada bapak-bapak ngetok kaca mobil dan bilang siapa yang ngizinin mobil ini keluar dari sini? “ ujar Chacha.
Kemudian, katanya, Chacha sempat turun dan menanyakan alasan pria tersebut menghalanginya.Dijelaskannya, jika pihak kepolisian mendapatkan laporan dari masyarakat bernama Yanto, yang menurut Chacha adalah kakak dari mamanya.Laporan tersebut, terkait penyelidikan lokasi mobil Alphard Chacha.Dengan alasan tersebut, katanya, kepolisian menghalangi niat kepergian Chacha tersebut
DAFTAR PUSTAKA
 Slamet, Suprapti. Markam, Sumarmo.2008.Psikologi Klinis.Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.
Ardani Ardi Tristiadi, M. Si. Psi. 2011. “Psikologi Abnormal”. Bandung: Lubuk Agung
Kartono, Kartini, DR, Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung: Penerbit Mandar Maju. 1989.

Aditama 3. Jeffrey S. Nevid, dkk, 2005, Psikologi Abnormal, Edisi Kelima, Jilid I, Jakarta : Airlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar